Badan Terasa Sakit Setelah Olahraga, Bolehkah Lanjut

Badan Terasa Sakit Setelah Olahraga, Bolehkah Lanjut

Menjaga kesehatan badan memerlukan perjuangan baik waktu dan dana. Apalagi jika ingin menjaga bentuk tubuh ideal dengan menjalani latihan beban di tempat gym.

Olahraga memang terkadang membuat badan terasa nyeri setelahnya. Biasanya hal ini terjadi saat kita kurang pemanasan, baru olahraga setelah sekian lama tak pernah melakukannya, atau karena olahraga yang terlalu berat.

Banyak yang bertanya-tanya, kira-kira apakah boleh lanjut latihan jika badan masih sakit setelah olahraga sebelumnya?

Siapa yang pernah merasa otot nyeri seperti tertarik setelah olahraga? Biasanya kondisi ini dialami karena adanya delayed onset muscle soreness (DOMS). DOMS mungkin terjadi setelah olahraga, sekitar hari pertama atau kedua pasca latihan.

Penyebabnya yaitu robekan otot mikroskopis, kerusakan pada jaringan otot yang terjadi selama latihan, atau adanya penumpukan produk buangan seperti asam laktat dan kalsium. Mencoba olahraga baru atau meningkatkan intensitasnya menjadi pemicu DOMS yang paling sering.

Jika kamu mengalami rasa sakit yang tak tertahankan, tentu saja sebaiknya jangan lanjut olahraga terlebih dahulu. Biarkan tubuh memulihkan diri sepenuhnya.

Pasalnya, jika memaksakan untuk berolahraga saat tubuh sedang terasa nyeri, ini akan memberikan tekanan berlebih pada ligamen dan tendon. Akibatnya, kita berisiko tinggi untuk mengalami cedera.

Selain itu, ketika badan masih sakit setelah olahraga sebelumnya, seseorang biasanya akan mengalami gangguan koordinasi dan memiliki rentang gerak yang lebih terbatas. Hal ini bisa membuat kita lagi-lagi berisiko tinggi untuk cedera jika dipaksakan untuk terus berolahraga.

Akan tetapi, kita juga harus bisa membedakan mana rasa sakit yang normal dan mana yang tidak. Jika rasa sakitnya hanya sekadar pegal saja atau nyeri otot ringan dan tidak mengganggu, kita bisa tetap berolahraga. Nyeri otot jenis ini biasanya terjadi hanya karena tubuh sedang menyesuaikan diri di awal-awal latihan.

Menurut Carly Ryan, ahli fisiologi olahraga di Exercise and Sports Science, Australia, kita bisa melakukan berbagai olahraga ringan seperti berenang atau jalan santai saat mengalami DOMS.

Olahraga ringan ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses pemulihan. Aliran darah ke otot akan membantu memperbaiki dan meningkatkan kelenturan serta mobilitas.

Kapan sebaiknya istirahat?

Saat sedang rajin berolahraga intens, ada kemungkinan tubuh mengalami penurunan kondisi akibat terlalu lelah. Biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga hitungan bulan untuk memulihkan kondisinya. Apalagi, jika kita mengalami berbagai kondisi seperti:
  • Peningkatan detak jantung bahkan saat beristirahat
  • Sering pilek dan flu
  • Cedera yang cukup berat
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kelelahan
  • Insomnia
  • Nafsu makan menurun

Jika mengalami hal ini, yang perlu dilakukan adalah membiarkan tubuh sepenuhnya beristirahat. Jangan dulu mulai untuk olahraga kembali sampai kondisi tubuh kembali sehat seperti semula. Jika perlu, konsultasikan ke dokter mengenai keluhan tersebut.

Intinya, apa pun olahraga yang kita lakukan sebaiknya pertimbangkan juga waktu pemulihannya. Biasanya tubuh perlu waktu sekitar 48 hingga 72 jam sebelum mulai olahraga lagi.

Berapa lamanya sebenarnya tergantung jenis dan intensitas olahraga yang kita lakukan. Jangan terlalu memaksakan diri, apalagi jika tubuh mulai menunjukkan sinyal-sinyal rasa sakit atau keluhan yang tak wajar.