Proses Sablon Kaos Polos yang Tepat

Proses Sablon Kaos Polos yang Tepat

Bagi kamu yang memiliki usaha kaos khususnya yang melibatkan proses menyablonan, Selain wajib menemukan tempat grosir kaos polos kualitas terbaik dan harga yang bersahabat, teknik dan proses sablon kaos yang tepat harus kamu kuasai. Tentunya kamu tidak mau kan menghabiskan modal untuk menyablon kaos polos yang akhirnya memberi hasil tidak memuaskan atau bahkan benar-benar jelek.

Selain mengetahui jenis-jenis teknik menyablon baik manual maupun digital seperti superwhite, plastisol atau rubber, kamu juga perlu memperhatikan trik-trik jitu yang bisa meningkatkan kualitas sablonan kaos polos agar hasilnya lebih kece dan tentunya menarik pelanggan.

Misalnya saja warna yang lebih cerah, desain yang lebih menonjol, dan juga perawatan yang membuat kaos tahan lebih lama. Berikut adalah tips-tips supaya proses menyablon kaos polos menghasilkan produk yang bagus dan keren.

Gunakan Kertas Saat Mencetak
Beberapa tahap penyablonan kaos polos diakhiri pada tahap finishing. Setelah pencampuran dan pewarnaan, di sinilah kaos polos kamu akan berubah menjadi lebih berwarna dengan beragam desain.

Saat melakukan proses finishing atau pencetakan, beberapa teknik sablon seperti sablon foil misalnya memerlukan tambahan material seperti kertas untuk menghindari plastik foil yang ditempel di atas kaos mengerut.

Jadi, jangan lupa untuk menambahkan kertas di atas plastik foil agar desain yang dihasilkan optimal. Tentunya kamu tidak mau proses pencetakan berakhir dengan motif kaos yang buruk hanya karena masalah berkerut.

Perhatikan Jenis Bahan Kaos
Jauh sebelum proses sablon dimulai, hal yang juga tidak kalah penting adalah memastikan jenis bahan kaos polos yang akan digunakan sesuai dengan teknik sablonnya. Misalnya, bila kamu akan menggunakan sablon discharge, gunakanlah kaos polos cotton combed 30s atau kaos dengan bahan reaktif lainnya agar hasilnya bagus. Atau bila ingin menyablon superwhite, pilihlah kaos dengan bahan katun 100% supaya hasil desainnya tampak maksimal dan bisa tahan lama.

Ketahui Tingkat Ketahanan Sablon pada Suhu Panas
Beberapa jenis sablon memiliki kelemahan pada suhu panas, misalnya saja sablon plastisol. Jika sablonan plastisol pada kaos polos bersentuhan dengan benda panas seperti setrika secara langsung, dapat dipastikan desainnya akan rusak. Jadi, pastikan kamu efek jenis sablon terhadap panas saat memilihnya di awal. Bukan berarti sablon yang tidak tahan panas memiliki hasil buruk dan tidak direkomendasikan, akan tetapi perlu trik tertentu untuk mempertahankan kualitasnya, misalnya dengan menyetrika kaos dengan dibalik.

Cara Merawat Kaos
Kaos bukanlah benda yang sekali pakai langsung dibuang. Untuk itu, kaos polos yang sudah disablon tentunya perlu dirawat dengan baik. Baik pengusaha maupun pemakai kaos patut mengetahui jenis sablon kaos agar bisa merawatnya dengan baik.

Sablonan superwhite akan menghasilkan desain vintage setelah terus menerus dicuci. Sementara kaos yang disablon dengan glow in the dark hanya bisa menyala selama sekitar 3 menit namun bagian yang bercahaya bisa diisi ulang kembali dengan serbuk fosfor.

Pilih Jenis Desain yang Tepat
Yang juga tidak kalah penting adalah mempertemukan jenis desain dan teknik sablon yang tepat untuk kaos polos kamu. Sablonan high density misalnya, cocok dengan desain logo atau tipografi. Kemudian bila ingin motif kaos yang tidak menyembul, sebaiknya menggunakan sablon superwhite. Sementara, bila kalian memutuskan sablon yang banyak digunakan seperti rubber, pilihlah desain block.

Pastikan kamu mengetahui desain yang tepat untuk masing-masing jenis sablon. Jangan lupa untuk mempraktekkan tips-tips menyablon kain polos agar hasilnya bagus.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar